index.gif
Webmap Webmail Potensi Wilayah Metadata Pelayanan Informasi Perpustakaan Bimbingan Teknis Download Kolokium Download Makalah Energi dan Mineral ASEAN

Pusat Sumber Daya Geologi

  • PDF
  • Print

Potensi Geothermal di Jabar Terbesar

  • Monday, 15 February 2010 06:42

BANDUNG, (PR).-
Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil menemukan jumlah potensi geotermal (panas bumi) di Indonesia hingga mencapai 28.100 megawatt (mw). Angka itu sekaligus merevisi angka yang dirilis sebelumnya yakni 27.000 mw. Jawa Barat juga merupakan potensi terbesar geotermal di Indonesia karena lebih dari 40 titik energi panas bumi berada di Jawa Barat.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Waryono Karno saat membuka acara "Kolokium Badan Geologi 2010" yang digelar di Hotel Horison Bandung, Rabu (3/2) hingga Kamis (4/2).

Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Geologi R. Sukhyar, Sekretaris Badan Geologi Djadjang Sukarna, dan pejabat lain dari Kementerian ESDM. Menurut humas panitia acara, Frediyanto, kolokium itu diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Sekjen ESDM Waryono, mengatakan, potensi sebanyak itu belum termanfaatkan semuanya. "Indonesia adalah potensi terbesar geotermalnya sedunia. Untuk itu, Kementerian ESDM akan mengonsentrasikan pemanfaatan energi terbarukan ini untuk ketenagalistrikan," ujarnya.

Untuk itu, program 10.000 mw tahap dua akan dikonsentrasikan ke energi panas bumi dan sekarang tengah dibangun dan diprediksi akan termanfaatkan 4.700 mw. "Itu termasuk di  Tangkubanparahu, penambahan di PLTP Wayang Windu, dan Magma, Cisolok Sukabumi," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi R. Sukhyar mengatakan, kolokium ini merupakan salah satu ajang penyebaran informasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan Geologi kepada masyarakat luas dan pemangku kepentingan agar hasilnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan nasional.

Kritis

Kepala Badan Geologi Sukhyar mengatakan, persediaan air permukaan terutama di kota-kota besar sudah cukup sulit sehingga  konservasi  perlu dilakukan untuk resapan air. “Adapun kebijakan konservasi tersebut berada diwilayah pemerintahan setempat, kabupaten maupun kota. Namun, kalau wilayah tersebut berada di perlintasan, kebijakannya harus dari gubernur.

Daerah-daerah yang keadaan air tanahnya  sangat memprihatinkan di antaranya DKI, Semarang, Jawa Barat, terutama Kota Bandung. (A-113/A-150)***

Sumber : Pikiran Rakyat, 4 Februari 2010

  • PDF
  • Print

Kementerian Esdm Optimalkan Sistem Informasi Geografi Nasional

  • Monday, 15 February 2010 06:37

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan lebih mengoptimalkan dan melengkapi Sistem Informasi Geografi Nasional mineral, gas, dan panas bumi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama investor sektor pertambangan.

Bandung, 3/2 (Antara/FINROLL Automotive) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan lebih mengoptimalkan dan melengkapi Sistem Informasi Geografi Nasional mineral, gas, dan panas bumi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama investor sektor pertambangan.

"Semua hasil kegiatan Badan Geologi disiarkan sehingga masyarakat mengetahui potensi mineral, gas, dan panas bumi di Indonesia. Terutama bagi para investor pertambangan, mereka bisa tahu kawasan mana yang prospektif untuk penanaman modal," kata Sekjen Kementrian ESDM Waryono Karno di sela Kolokium Badan Geologi, di Bandung, Rabu.

Menurut dia, kecepatan dan akurasi akses informasi data geologi sangat penting untuk meningkatkan optimalisasi potensi mineral, gas dan panas bumi.

"Siapapun boleh memperoleh informasi hasil penelitian geografi dan geologi, semuanya tanpa bayar. Hal itu merupakan salah satu bentuk transparansi," kata Waryono.

Dalam rangka transparansi informasi geografi dan geologi di Indonesia, Badan Geologi menggelar kolokium untuk mempublikasikan kegiatan dan sejumlah riset yang telah dilakukan sepanjang 2008-2009 dalam "Kolokium Kegaitan Badan Geologi" di Bandung.

"Badan Geologi harus mampu menjawab tantangan ke depan yakni mampu memungkap kekayaan berbagai sumber daya geologi seperti minyak bumi, gas, panas bumi, batubara, mineral logam dan mineral industri," kata Waryono Karno.

Menurut Wariono, Badan Geologi merupakan satu-satunya institusi yang mempunyai tugas dan bertanggung jawab terhadap pengungkapan potensi kegeologian di Indonesia dan memberikan pelayanan kepada masyarakat atas data dan informasi geologi.

Pemaparan kekegiatan itu meliputi hasil penelitian dasar geologi, inventarisasi sumber daya mineral, inventarisasi sumber daya minyak bumi, gas bumi, panas bumi. Inventarisasi potensi dan konservasi air tanah, geologi lingkungan untuk menunjang penataan ruang dan pengelolaan lingkungan dan inventarisasi kawasan lindung geologi.

Selain itu juga membahas mitigasi kebencanaan geologi seperti letusan gunung api, gempa bumi, gerakan tanah dan tsunami.

"Kolokium ini juga mensosialisasikan penerapan informasi geologi untuk menunjang pembangunan infrastruktur vital dan strategis, termasuk penetapan tempat pembuangan sampah," katanya.

Kolokium tersebut dihadiri sekitar 500-an peserta dari berbagai pemangku kepentingan yakni pemerintah pusat, instansi daerah yang menangani ESDM baik provinsi maupun kabupaten/ kota, instansi yang menangani tata ruang dan wilayah, perguruan tinggi dan potensi masyarakat lainnya terkait ESDM.

Pada kegiatan tahunan Badan Geologi itu juga ditampilkan pameran dan peragaan yang dilaksanakan oleh unit-unit Kementrian ESDM yang berada di Bandung seperti Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara dan Pusat Penelitian Pengembangan Geologi Kelautan.

Sumber : Finroll News, Oleh Rollit, Rabu 03 Februari 2010 

  • PDF
  • Print

Kementerian Energi Fokuskan Pembangunan Geotermal

  • Monday, 15 February 2010 04:41
Kementerian Energi Fokuskan Pembangunan Geothermal

Sekretaris Jenderal Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan untuk tahap II pembangunan energi kelistrikan nasional pemerintah akan menfokuskan pada pembangunan dengan sumber daya geotermal dan energi terbarukan lainnya, setelah pada tahap sebelumnya lebih pada penggunaan batu bara.

"Tahap II 10 ribu megawatt difokuskan pada energi terbarukan," ujar Waryono Karno saat pertemuan Kolokium Geologi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/2)

Paling tidak ada potensi sekitar 28 ribu megawatt dari energi geotermal yang bisa dijadikan energi listrik di tanah air -- di antaranya di Jawa, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara -- yang telah dikaji oleh Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ia mengatakan sampai saat ini paling tidak ada puluhan investor yang sudah tertarik untuk  mengembangkan energi terbarukan seperti air dan geotermal di Indonesia.

"Namun ini tergantung dari kecepatan pemerintah daerah, karena mereka yang memiliki wilayah," katanya. "Kalau semuanya lancar 2014 semuanya sudah selesai."

Keperluan listrik nasional tiap tahunnya terus tumbuh 9 sampai 11 persen karena meningkatnya ekonomi dan jumlah penduduk yang semakin bertambah.
Bahkan saat ini ada sekitar 30 juta rakyat belum menikmati listrik. "Secara existing saat ini PLN hanya punya 30 ribu megawatt," ujarnya.

Pengembangan energi terbarukan, khususnya geotermal untuk kelistrikan, selama ini terkendala karena harganya yang belum disepakai. Namun, kementerian sudah memutuskan harganya sekitar Rp 9,7 per kWh. "Kita masih mengkaji akan adanya satu institusi yang mengurusi hal ini, karena kita tertinggal dengan Brasil," katanya.

Ia menegaskan, pengembangan energi terbarukan ini adalah komitmen untuk menurunkan emisi gas karbon Indonesia mencapai 26 persen, di mana Kementerian Energi kebagian sebesar 6 persen. "Kesulitannya pada pembebasan tanah, dan Undang-Undang Tata Ruang serta Kehutanan yang keras," ucapnya.

Sukhyar, Kepala Badan Geologi, mengatakan di Indonesia ada dua tipe sumber panas bumi yang bisa dijadikan sumber listrik, yaitu yang berada jalur gunung api dan yang tidak berkaitan dengan jalur gunung api yang mempunyai aliran panas di luar normal seperti di Kalimantan. "Yang komersial yang ada di jalur gunung api, artinya ketika dibangun kapasitasnya besar."

Sumber : Tempo Interaktif, Bandung,  Rabu, 03 Februari 2010 | 19:54 WIB

  • PDF
  • Print

Kolokium Hasil Kegiatan Badan Geologi

  • Wednesday, 10 February 2010 09:44

Kolokium Hasil  Kegiatan Badan Geologi 2010

Kolokium hasil kegiatan Badan Geologi yang diselenggarakan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) di Hotel Horison, Bandung pada tanggal 3 – 4 Februari 2010.   Acara kolokium ini dibuka oleh Sekjen ESDM, Waryono Karno, SE, MM yang mewakili Menteri ESDM. Peserta yang hadir sekitar 660 orang yang berasal dari instansi di lingkungan Kementerian ESDM, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi dan Kabupaten/Kota, perusahaan dan stakeholder yang terkait, perguruan tinggi.

Kolokium diisi oleh materi pameran dan presentasi yang berhubungan dengan hasil kegiatan di unit-unit lingkungan Badan Geologi tahun 2008 dan/atau 2009.  Penyelenggaraan kolokium dibagi ke dalam 4 bagian :

a.      Pameran yang dilaksanakan di sisi kolam renang hotel horison;

b.      Presentasi webmap potensi sumber daya geologi dan wilayah kerja pertambangan yang dilaksanakan di ruang VIP Burangrang;

c.      Pemaparan hasil-hasil kegiatan yang dilaksanakan di ruang Krakatau 1,2,3;

d.      Pembukaan dan penutupan yang dilaksanakan di ruang pleno.

 

Kolokium Hari Pertama :

Pameran dan Pemaparan hasil kegiatan Badan Geologi yang diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang terdiri dari 15 presentasi, yaitu :

a.      Konsep Kawasan Peruntukan Pertambangan oleh Ir. Adang Perwira Kusuma, M.Sc

b.      Cepat Rambat Gelombang Serta Hubungannya Dengan  Densitas dan Porositas Batuan di Daerah Wates oleh Dida Yurnaldi, ST

c.      Model Prakiraan Penyebaran Abu Vulkanik Akibat Letusan Gunungapi, Studi Kasus Di G. Galunggung, G. Merapi Dan G. Tambora oleh A. Heriwaseso, ST, Dr. M.N. Kartadinata

d.      Prospeksi Endapan Emas di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara oleh Kisman, ST

e.      Penyelidikan Geologi Lingkungan Untuk Kawasan Kars Trenggalek, Jawa Timur oleh Ir. Guntarto, Dipl. Tech.

f.        Beberapa Karakteristik Sedimentologi Batuan Sedimen Neogen Awal di Cekungan Serayu Utara, dan Implikasinya Terhadap  Perkembangan Kegiatan Tektonik dan Gunungapi oleh Ir. Syaiful Bachri, M.Sc

g.      Eksplorasi Umum Endapan Fosfat di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat oleh Bayu Sayekti, ST

h.      Cekungan Air Tanah Indonesia oleh Ir. Haryadi Dipl.H.

i.         Penyelidikan Amplifikasi Gempabumi Wilayah Cekungan Bandung oleh Akhmad Solikhin, S.Si

j.         Penelitian Mineral Ikutan Pada Lapangan Panas Bumi Daerah Dieng, Kabupaten Banjarnegara,  Provinsi Jawa Tengah oleh Mangara P. Pohan, DESS

k.       Bencana Gerakan Tanah Di Cikangkareng Cianjur Akibat Gempabumi Jawa Barat oleh Ir. Suranta, DEG

l.         Informasi Geologi Untuk Penataan Ruang Pasca Gempabumi Sumatera Barat 30 September 2009 oleh Ir. Indra Badri

m.    Earthquake Hazard Assessment ”Gempabumi Merusak Padang-Pariaman 30 September 2009” oleh Ir. A.Soehaimi, Dipl. Seis.

n.      Potensi Bahan Galian Untuk Pertambangan Sekala Kecil di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara oleh Rohmana, ST

o.      Peta Percepatan Puncak Gempabumi Pada Batuan Dasar Akibat Pengaruh Gempa. "Rencana Untuk 10 % Kemungkinan Terjadi Dalam 50 Tahun Atau Untuk Periode Ulang Gempabumi 500 Tahun” oleh Ir. Engkon K. Kertapati

 

Kolokium Hari Kedua :

1.       Pemaparan hasil kegiatan Badan Geologi  yang diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang terdiri dari 24 presentasi, yaitu :

a.      Batuan Granitoid Tersier di Daerah Jember, Jawa Timur oleh Ir. Harry Utoyo, M.Sc

b.      Sumber Daya Panas Bumi Indonesia : Status Potensi, Penyelidikan dan Tipe Sistem Panas Bumi oleh Ir. Kasbani, M.Sc

c.      Pengaruh Terumbu Karang Dan Gosong Pasir Terhadap Tinggi Run-Up Dan Luas Daerah Genangan Tsunami oleh Athanasius Cipta

d.      Evaluasi Potensi Air Tanah CAT Baturaja oleh Ir. A. Sukrisna

e.      Evaluasi Daerah Panas Bumi G. Endut, Banten dan Daerah Panas Bumi, Bonjol, Sumatera Barat oleh Ir. Sri Widodo

f.        Pengaruh Gempa Tektonik Terhadap Aktivitas Gunungapi : Studi Kasus G. Talang Dan Gempa Padang 7.6 Skala Richter oleh Ahmad Basuki, S.Si

g.      Pemetaan Hidrogeologi Skala 1:250.000 Lembar 3114 - Bosnik, 3214 - Sawai, Dan 3314 – Sarmi Papua oleh Wahyudin

h.      Petrologi dan Geokimia Batuan Gunung Api Daerah Gunung Muro, Kalimantan Tengah oleh Joko Wahyudiono, ST

i.         Penelitian Geologi Teknik Lempung Mengembang Pada Tol Purbaleunyi , Prop Jawa Barat oleh Ir. Sugiyanto

j.         Potensi Bahaya Gunung Api Ibu, Maluku Utara oleh Ir. E. Kadarsetia, MSc., DR, Ir. A.R. Mulyana Dan M.N. Firmansyah

k.       Survei Magnetotelluric di Daerah Panas Bumi Danau Ranau,  Perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung oleh Asep Sugianto, ST

l.         Pemetaan Gaya Berat Indonesia oleh Ir. J. Nasution,M.Sc

m.    Survei Geofisika Metode Polarisasi Terimbas (IP) Untuk Mineral Logam di Daerah Tambangan, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat oleh Timoer Situmorang, Grad.Dipl.

n.      Penelitian Geologi Teknik Rencana Relokasi Infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur oleh Ir. Agus Hermansyah

o.      Penelitian Geofisika Dengan Metode  Magnetotellurik (MT) Daerah Panas Bumi Ulubelu, Tanggamus, Lampung Utara oleh Saultan Panjaitan

p.      Analisis Resiko Ancaman Awan Panas di Daerah Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi oleh Nurnaning Aisyah, ST

q.      Result In The Last 5 Years (2005-2009 f.y.) and New Plan of Next 5 Years (2010-2014 f.y.) on Geological mapping of On-land and Off-shore Area in geological Survey of Japan oleh Dr. Koji Wakita

r.        Potensi Gas Metan Batubara di Cekungan Ombilin, Sumatera Barat oleh Ir. Deddy Amarullah

s.        Pemetaan Geologi Teknik Pulau Nusa Penida oleh Ir. Joni R. Sutisna

t.        Potensi Bitumen Padat di Pulau Buton, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara oleh Fatimah, ST

u.      Mitigasi Bencana Letusan Gunungapi Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara oleh Nia Haerani, ST., Drs. Cecep Sulaeman., Ir. Kristianto, M.Sc

v.      Penyusunan dan Pendataan Koleksi Batuan dan Fosil Dalam Rangka Penyusunan Basis Data Koleksi Museum Geologi oleh Alina Sufiati, ST

w.    Penyelidikan Geokimia Gas Vulkanik Kawah Cikuluwung Putri, G. Salak, Jawa Barat oleh Euis Sutaningsih

x.       Penyelidikan Geologi Lingkungan Untuk Penataan Ruang Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat oleh Ir. Dikdik Riyadi, MSc

2.       Pemaparan PERHAPI dan IAGI - MGEI yang diikuti diskusi dan tanya jawab oleh Iwan Munajat dan Ronald Sibarani dengan judul ”Pengembangan Sistem Competent Person dan Pedoman Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya Mineral dan Cadangan Bijih Indonesia”

3.       Pemaparan Kepala Badan Geologi, Dr. R. Sukhyar tentang profil singkat Badan Geologi yang diikuti diskusi dan tanya jawab dengan peserta kolokium di luar lingkungan Kementerian ESDM

 

 

 

  • PDF
  • Print

Seminar Panas Bumi 2009

  • Tuesday, 08 December 2009 06:26

Seminar Panas Bumi 2009

Seminar panas bumi tahun 2009 dengan tema "Percepatan Pengembangan Panas Bumi Untuk Mendukung Program 10.000 MW Tahap II" diselenggarakan oleh Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali pada tanggal 3 Desember 2009.  Sehari sebelumnya pada tanggal 2 Desember 2009 juga diadakan pertemuan SCWGC 2010 (2010 Steering Comittee World Geothermal Congress Meeting).  Acara seminar panas bumi 2009 dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Darwin Zahedy Saleh. Peserta yang hadir sekitar 150 orang yang berasal dari instansi di lingkungan DESDM, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki potensi panas bumi, perusahaan stakeholder panas bumi.

 

 

 

 

 

 

Page 1 of 13